You are here

UNITED NATIONS, New York, 13 June 2022 – The National Population and Family Planning Board (BKKBN) wins the 2022 United Nations (UN) Population Award 2022 in the institution category. Meanwhile, the individual laureate is the Honourable Emma Theofelus, the current Deputy Minister of Information, Communication, and Technology in Namibia, is the individual laureate, and the youngest-ever winner of the Award.

 

“We would like to dedicate this award to all champions of Population and Family Planning program in Indonesia, particularly, our Family Planning Field Workers (PKB and PLKB) throughout Indonesia for their dedications and hard work," BBKBN’s Deputy of Training, Research and Development Rizal Damanik, DVM, MRepSc, PhD, delivered the official acceptance statement representing the BKKBN Chair Dr. (HC) dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K) during the virtual ceremony on 13 June 2022 at 20.45 WIB (watch it here). "With this achievement, the Government of Indonesia, through BKKBN, reiterates its determination and commitment to strongly pursue the Sustainable Development Goals, ICPD Plan of Action, stunting reduction, COVID-19 pandemic prevention and recovery, and South-South Cooperation," he continued. 

 

The second UN Population Award for Indonesia, this prestigious award is a recognition for BKKBN’s achievements as a non-ministerial government agency that formulates national policies, implements family planning initiatives and mentors experts in the field of population dynamics. 

 

With its successful, innovative and rights-based family planning initiatives, BKKBN has been recognized as a shining example for other countries. In recent decades, as women have become far more able to choose how many children they have, BKKBN has helped avert 100 million unplanned births and fertility across the country has changed from 5.6 to 2.2 within a single generation, which has yielded significant economic and social benefits for families and the country. And as a strong supporter of human rights and reproductive rights in Indonesia, in 2019 BKKBN was instrumental in raising the minimum age for marriage for girls from 16 to 19.

 

Ms. Theofelus received the individual award for her work advocating for women’s empowerment and adolescent sexual and reproductive health in Namibia. Born in 1996, she is one of Africa's youngest cabinet ministers, and has used her youth-friendly perspective, and her experience as an advocate for sexual and reproductive health, to directly address the country’s adolescents. As a deputy minister, she led the country’s public communication campaign on COVID-19 preventions in Namibia, and as a Member of Parliament, her motion enabled feminine hygiene products to be identified as a tax-free commodity. Prior to her appointment, Ms. Theofelus was a member of the Namibia chapter of AfriYAN, a regional youth-led organisation, where she led pioneering efforts to fight teen pregnancy and protect young people’s sexual and reproductive health. 

 

The UN Population Award has honoured individuals and institutions for their outstanding contributions to population, development and reproductive health since 1983. The committee for the award in 2022 is chaired by Her Excellency Ms. Amal Mudallali, Permanent Representative of Lebanon to the United Nations, and is composed of representatives of nine other UN Member States. The United Nations Department for Economic and Social Affairs represents the UN Secretary-General in the committee, and UNFPA serves as its secretariat. 

 

For more information, please contact:

Dian Agustino (Communications Analyst, UNFPA Indonesia): +62 813 1026 0581, agustino@unfpa.org

Eddie Wright (Media Specialist, UNFPA):  +1 917 831 2074, ewright@unfpa.org

 

About the UN Population Award

Each year, the Committee for the United Nations Population Award honours an individual and/or institution in recognition of outstanding contributions to population and reproductive health issues and solutions. The Award was established by the General Assembly in 1981, in resolution 36/201, and was first presented in 1983. It consists of a gold medal, a diploma and a monetary prize. The Committee for the United Nations Population Award is composed of 10 UN Member States, with United Nations Secretary-General and UNFPA Executive Director serving as ex-officio members. Nominations for the award are accepted through 31 December of each year. UNFPA serves as its secretariat.

 

About UNFPA

UNFPA, the United Nations Population Fund, works to deliver a world where every pregnancy is wanted, every child birth is safe and every young person’s potential is fulfilled. Since 1972, UNFPA has been one of Indonesia’s most prominent partners in reproductive health, youth, population and development, and gender equality.

 

UNFPA Indonesia strives to achieve three transformative results also known as three zeros, a global commitment to end preventable maternal deaths, unmet need for family planning, and gender-based violence and harmful practices, guided by the 1994 International Conference on Population and Development (ICPD) and Sustainable Development Goals (SDGs) 2030 Agenda. 

For more information, please visit https://indonesia.unfpa.org/

 

---

 

BKKBN Memenangkan UN Population Award 2022 

 

Perserikatan Bangsa-bangsa, New York, 13 Juni 2022 – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) memenangkan penghargaan internasional United Nations (UN) Population Award 2022 di kategori institusi. Sementara itu, Emma Theofelus ,Deputi Menteri Informasi, Komunikasi, dan Teknologi Republik Namibia, memenangkan penghargaan di kategori individu, dan menjadi pemenang termuda di sepanjang sejarah Population Award.

 

“Kami mendedikasikan penghargaan ini kepada semua pejuang program Kependudukan dan Keluarga Berencana di Indonesia, terutama Penyuluh Keluarga Berencana dan Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PKB/PLKB) di seluruh Indonesia atas pengabdian dan kerja keras mereka,” Deputi Bidang Pelatihan, Penelitian dan Pengembangan BKKBN Rizal Damanik, DVM, MRepSc, PhD, menyampaikan pidato penerimaan di acara penyerahan penghargaan secara virtual pada 13 Juni 2022 pada pukul 20.45 WIB (saksikan di sini). “Dengan pencapaian ini, Pemerintah Indonesia, melalui BKKBN, menekankan lagi ketetapan dan komitmen kami untuk dengan kuat mengejar Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, Rencana Aksi ICP, pengurangan stunting, pencegahan dan pemulihan pandemi COVID-19, dan South-South Cooperation,” lanjut beliau.

 

UN Population Award yang kedua bagi Indonesia, penghargaan bergengsi ini merupakan pengakuan atas pencapaian-pencapaian BKKBN sebagai lembaga pemerintah yang merancang kebijakan-kebijakan nasional, melaksanakan program-program keluarga berencana dan kesehatan reproduksi, dan mendidik para ahli di bidang dinamika kependudukan. 

 

Dengan inisiatif-inisiatif keluarga berencana yang sukses dan inovatif, BKKBN diakui PBB sebagai contoh bagi negara-negara lain. Dalam beberapa dekade terakhir, BKKBN telah mencegah 100 juta kehamilan tidak direncanakan dan mengurangi tingkat fertilitas dari 5.6 hingga 2.2 dalam satu generasi yang sama, sehingga memberikan manfaat ekonomi dan sosial yang besar kepada keluarga dan bangsa Indonesia. Dan sebagai pendukung hak asasi manusia dan hak reproduksi di Indonesia, BKKBN berperan penting dalam meningkatkan usia minimal perkawinan bagi perempuan, dari 16 hingga 19 tahun. 

 

Emma Theofelus, Deputi Menteri Informasi, Komunikasi, dan Teknologi Republik Namibia, adalah penerima Population Award termuda. Perempuan kelahiran 1996 yang juga salah satu anggota kabinet termuda di Afrika ini mendapat pengakuan atas advokasinya untuk pemberdayaan perempuan dan kesehatan seksual dan reproduksi untuk remaja di Namibia. Sebagai deputi menteri, ia memimpin kampanye komunikasi publik tentang pencegahan COVID-19, dan sebagai anggota parlemen, ia berhasil membuat produk kesehatan higienitas perempuan bebas dari pajak. Sebelumnya, sebagai anggota dari organisasi orang muda AfriYAN, ia memimpin upaya-upaya melawan kehamilan remaja dan melindungi kesehatan seksual dan reproduksi orang muda. 

 

UN Population Award telah memberikan penghargaan pada individu dan lembaga atas sumbangan luar biasa mereka terhadap kependudukan, pembangunan, dan kesehatan reproduksi sejak 1983. Panitia Population Award 2022 diketuai oleh Amal Mudallali, Perwakilan Permanen Lebanon untuk PBB, dan terdiri dari perwakilan dari sembilan negara anggota PBB. 

 

Departemen Urusan Ekonomi dan Sosial PBB mewakili Sekretaris Jenderal PBB dalam panitia ini, dan UNFPA bertindak sebagai sekretariatnya. 

 

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:

Dian Agustino (Communications Analyst, UNFPA Indonesia): +62 813 1026 0581, agustino@unfpa.org

Eddie Wright (Media Specialist, UNFPA):  +1 917 831 2074, ewright@unfpa.org

 

Tentang UN Population Award

Setiap tahunnya, the Committee for the United Nations Population Award memberi penghargaan pada individu dan/atau lembaga yang mengakui sumbangan luar biasa mereka terhadap isu-isu kependudukan dan kesehatan reproduksi. Penghargaan ini dibentuk oleh Majelis Umum PBB pada tahun 1981, lewat resolusi 36/201, dan pertama kali diberikan pada tahun 1983 berupa medali emas, diploma, dan hadiah uang. The Committee for the United Nations Population Award terdiri 10 negara anggota PBB, dengan Sekretaris Jenderal PBB dan Direktur Eksekutif UNFPA sebagai anggota ex-officio. Pendaftaran nominasi penghargaan ini dibuka hingga 31 Desember setiap tahunnya. UNFPA berperan sebagai sekretariatnya. 

 

Tentang UNFPA

UNFPA adalah badan terkemuka PBB yang bekerja untuk menciptakan dunia di mana setiap kehamilan diinginkan, setiap persalinan berlangsung dengan aman, dan potensi setiap orang muda terpenuhi. Sejak 1972, UNFPA sudah menjadi salah satu mitra terdepan Indonesia dalam kesehatan reproduksi, orang muda, kependudukan dan pembangunan, dan kesetaraan gender.

UNFPA Indonesia berupaya untuk mencapai three transformative results yang juga dikenal sebagai three zeros, sebuah komitmen global untuk mengakhiri kematian ibu yang bisa dicegah, kebutuhan Keluarga Berencana yang tidak terpenuhi, dan kekerasan berbasis gender dan praktik berbahaya, yang dipandu oleh International Conference on Population and Development (ICPD) tahun 1994 dan Agenda Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) 2030. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi https://indonesia.unfpa.org/