Addressing the persistent challenge of maternal mortality in Indonesia requires innovative and sustainable solutions. This report documents the journey of the "Kawal Bumil" (Guarding Pregnant Mothers) program, a strategic collaboration between UNFPA, Rumah Zakat, and PKBI DKI Jakarta designed to bridge the financing gap in maternal health services. It details how the program navigates geographical and social barriers to reach the most vulnerable women in underserved areas.
The initiative pilots a pioneering "blended financing" model, integrating catalytic funding with Islamic Social Finance instruments such as Zakat, Infaq, and Sadaqah. By channeling these resources into community-based interventions—including intensive home visits, supplementary feeding, and capacity building for local cadres—Kawal Bumil ensures that high-risk pregnant women receive the continuous care they need from pregnancy through postpartum.
Capturing lessons learned and best practices from ten intervention villages, this publication serves as a blueprint for scaling up sustainable health financing. It demonstrates how synergizing faith-based philanthropy with national health goals can create a resilient support system, ensuring that financial constraints never stand in the way of a safe birth and that every mother and baby is protected.
Kawal Bumil: Menyelamatkan Ibu dan Bayi Melalui Inovasi Pembiayaan Sosial Islam
Menjawab tantangan tingginya Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia memerlukan solusi yang inovatif dan berkelanjutan. Laporan ini mendokumentasikan perjalanan program "Kawal Bumil", sebuah kolaborasi strategis antara UNFPA, Rumah Zakat, dan PKBI DKI Jakarta yang dirancang untuk menjembatani celah pembiayaan dalam layanan kesehatan ibu. Publikasi ini menguraikan bagaimana program tersebut mengatasi hambatan geografis dan sosial untuk menjangkau perempuan paling rentan di wilayah yang kurang terlayani.
Inisiatif ini memelopori model "pembiayaan campuran" (blended financing), yang memadukan pendanaan katalis dengan instrumen Keuangan Sosial Islam seperti Zakat, Infak, dan Sedekah. Dengan menyalurkan sumber daya ini ke dalam intervensi berbasis komunitas—termasuk kunjungan rumah intensif, pemberian makanan tambahan, dan peningkatan kapasitas kader lokal—Kawal Bumil memastikan ibu hamil berisiko tinggi mendapatkan pendampingan berkelanjutan mulai dari masa kehamilan hingga pascamelahirkan.
Merangkum pembelajaran dan praktik baik dari sepuluh desa intervensi, publikasi ini hadir sebagai cetak biru untuk memperluas skala pembiayaan kesehatan yang berkelanjutan. Laporan ini membuktikan bahwa sinergi antara filantropi berbasis keimanan dan tujuan kesehatan nasional dapat menciptakan sistem pendukung yang tangguh, memastikan bahwa kendala biaya tidak menghalangi persalinan yang aman, serta menjamin keselamatan setiap ibu dan bayi.
