Go Back Go Back
Go Back Go Back

World Population Day 2026: Youth Want Families, But Are Faced with Systemic Barriers

Share

Press Release

World Population Day 2026: Youth Want Families, But Are Faced with Systemic Barriers

calendar_today 08 July 2026

World Population Day 2026: Youth Want Families, But Are Faced with Systemic Barriers
Government officials and media representatives gather for the World Population Day 2026 press briefing, themed "Collaboration Supporting Youth to Build the Future," at the Kemendukbangga/BKKBN Office in Jakarta on Wednesday (8/7/2026). The event serves as a call to action for all sectors to dismantle socioeconomic barriers and invest in the empowerment of the younger generation. | © UNFPA Indonesia/Itsnain G. Bagus

FOR IMMEDIATE RELEASE

 

JAKARTA, 9 July 2026 – In commemoration of World Population Day (WPD) 2026, the United Nations Population Fund (UNFPA) released its latest global findings, the Demographic Futures Survey launched on 7 July. The report reveals a crucial fact: the majority of young people globally—including in Indonesia—have a strong aspiration to form families, but their choices are often hampered by systemic barriers, especially economic insecurity and limited access to housing.

Promoting the global theme "Realizing the hopes and aspirations of young people — today and for the future," WPD 2026 serves as a moment to debunk the myth that the current generation of young people is rejecting family life. The survey, which involved 100,000 young people aged 18–39 in 73 countries, actually shows that 81% of respondents consider financial security as the main prerequisite for forming a relationship, while 57% identify economic and housing constraints as the main barriers.

 

 

Hassan Mohtashami_UNFPA_World Population Day 2026
UNFPA Indonesia Representative Hassan Mohtashami (right) presents findings from the global Demographic Futures Survey alongside Deputy Minister Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka (left) during the World Population Day 2026 press briefing in Jakarta on Wednesday (8/7/2026). The survey underscores that financial security and stable housing are critical structural factors influencing young people's choices to start a family. | © UNFPA Indonesia/Itsnain G. Bagus

 

Young people want a stable future. When they postpone starting a family, it is a rational response to conditions that are not yet supportive, such as economic instability and lack of social support. We must ensure a supportive environment through rights-based policies.

  • Hassan Mohtashami

 

 

"These findings affirm that declining fertility is not a reflection of unwillingness to have a family," said UNFPA Representative in Indonesia Hassan Mohtashami. "Young people want a stable future. When they postpone starting a family, it is a rational response to conditions that are not yet supportive, such as economic instability and lack of social support. We must ensure a supportive environment through rights-based policies."

The Government of Indonesia continues to strengthen policies to ensure Indonesian youth have equal opportunities to plan their future, including in building the family they aspire to. The commitment was affirmed by Minister of Population and Family Development Dr. Wihaji, S.Ag., M.Pd, represented by Vice Minister of Kemendukbangga/BKKBN Ratu Isyana Bagoes Oka, S.Sos., at the WPD 2026 Press Briefing at Kemendukbangga/BKKBN, Jakarta, Wednesday (08/07/2026).

Vice Minister Isyana underscored the central role that the young generation plays in the nation’s development. “Youth are not only the beneficiaries of development, but also key partners in steering the direction of the development itself,” she said. They, Vice Minister Isyana continued, bring hopes, aspirations, creativity, and major potentials that need supporting policies and enabling environments that allow them to grow optimally.  

 

Bonivasius Prasetya Ichtiarto,
Deputy for Population Control at Kemendukbangga/BKKBN Dr. Eng. Bonivasius Prasetya Ichtiarto, S.Si., M.Eng., delivers his presentation during the World Population Day 2026 press briefing at the BKKBN Office in Jakarta on Wednesday (8/7/2026). He emphasized that the aspirations of young people serve as a vital mandate to drive cross-sectoral development and secure youth empowerment toward Indonesia Emas 2045. | © UNFPA Indonesia/Itsnain G. Bagus

 

 

Deputy for Population Management, Kemendukbangga/BKKBN Dr. Eng. Bonivasius Prasetya Ichtiarto, S.Si., M.Eng, added that population development aims to ensure every young person has equal opportunities to access education, gainful employment, healthcare services, housing, social protection, and conducive environment. Through the Population Development Roadmap (PJPK) 2025-2029, population issues are integrated into cross-sectoral development so that youth are placed as key actors in development. “Their aspirations are our mandate. They are not just leaders of the future, but also the changemakers of today,” he asserted.

 

Key Facts from the Demographic Futures Survey:
 

  • Financial Security is a Priority: 88% of respondents rate financial security as the primary prerequisite for becoming a parent, followed by stable employment (87%) and emotional readiness (85%).
  • Desire for a Partner: More than two-thirds of respondents ideally desire a relationship that leads to marriage or cohabitation with a partner.
  • Real Barriers: 57% of respondents in various countries cited economic and housing constraints as the main obstacle to forming relationships.
  • Positive Motivation: Eight out of 10 respondents rate the happiness and joy provided by children as the main reason for having children.

The World Population Day 2026 commemoration in Indonesia is a call to action for all stakeholders—government, the private sector, and the community—to collaborate in removing the economic and social barriers faced by young people. With the right policies and long-term investment, Indonesia can create conditions where young people are not only able to achieve their personal dreams but also contribute to the progress of a more resilient and competitive nation.

 

For more information on the Demographic Futures Survey, please download the report here: download the report

 

For more information, please contact:

  • Rahmi Dian Agustino, Communications Analyst, UNFPA Indonesia: agustino@unfpa.org, 081310260581
  • Media Center - Kemendukbangga/BKKBN Public Relations & Public Information Bureau: mediacenter@bkkbn.go.id, 0812-3888-8840

 

 

 

 




 

UNTUK DISIARKAN SEGERA

Hari Kependudukan Dunia 2026: Generasi Muda Ingin Berkeluarga, Namun Terbentur Hambatan Sistemik

 

 

UNFPA_World Population Day 2026
(Dari kiri) Deputi Bidang Pengendalian Penduduk BKKBN Bonivasius Prasetya Ichtiarto, Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, dan Kepala Perwakilan UNFPA Indonesia Hassan Mohtashami hadir sebagai pembicara dalam Konferensi Pers Hari Kependudukan Dunia 2026 di Jakarta, Rabu (8/7/2026). Pertemuan ini menekankan kolaborasi erat dalam membangun ekosistem yang aman, setara, dan mendukung pemberdayaan generasi muda. | © UNFPA Indonesia/Itsnain G. Bagus

 

 

JAKARTA, 9 Juli 2026 – Dalam rangka memperingati Hari Kependudukan Dunia (HKD) 2026, Dana Kependudukan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNFPA) merilis temuan global terbaru, Demographic Futures Survey yang diluncurkan secara global pada 7 Juli 2026. Laporan ini mengungkapkan sebuah fakta penting: mayoritas generasi muda di dunia—termasuk di Indonesia—memiliki aspirasi yang kuat untuk berkeluarga, namun pilihan mereka sering kali terhalang oleh hambatan sistemik, terutama ketidakamanan ekonomi dan keterbatasan akses perumahan.

Mengusung tema global "Mewujudkan harapan dan aspirasi orang muda — hari ini dan untuk masa depan," HKD 2026 menjadi momentum untuk membongkar mitos bahwa generasi muda saat ini menolak kehidupan berkeluarga. Survei yang melibatkan 100.000 orang muda berusia 18-39 tahun di 73 negara ini justru menunjukkan bahwa 81% responden menganggap keamanan finansial sebagai prasyarat utama untuk menjalin hubungan, sementara 57% mengidentifikasi kendala ekonomi dan perumahan sebagai hambatan utama.

"Temuan ini menegaskan bahwa penurunan fertilitas bukanlah cerminan dari ketidakmauan untuk berkeluarga," ujar Kepala Perwakilan UNFPA di Indonesia Hassan Mohtashami. "Orang muda ingin memiliki masa depan yang stabil. Ketika mereka menunda untuk berkeluarga, itu adalah respons rasional terhadap kondisi yang belum mendukung, seperti ketidakstabilan ekonomi dan kurangnya dukungan sosial. Kita harus memastikan lingkungan yang suportif melalui kebijakan yang berbasis hak."

Pemerintah Indonesia terus memperkuat berbagai kebijakan untuk memastikan generasi muda Indonesia memiliki kesempatan yang setara dalam merencanakan masa depan, termasuk membangun keluarga sesuai aspirasi mereka. Komitmen tersebut ditegaskan Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Dr. Wihaji, S.Ag., M.Pd., yang diwakili Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Wakil Kepala BKKBN Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, S.Sos., pada Konferensi Pers Hari Kependudukan Dunia (HKD) 2026 di Kantor Kemendukbangga/BKKBN, Jakarta, Rabu (08/07/2026).

 

UNFPA_World Population Day 2026
Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Wakil Kepala BKKBN Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, S.Sos., menyampaikan komitmen pemerintah saat Konferensi Pers Hari Kependudukan Dunia 2026 di Jakarta, Rabu (8/7/2026). Pemerintah terus memperkuat kebijakan agar setiap anak muda mendapatkan kesempatan setara dalam mengakses pendidikan, kesehatan, serta merencanakan masa depan mereka secara bertanggung jawab. | © UNFPA Indonesia/Itsnain G. Bagus

 

Generasi muda bukan hanya sebagai penerima manfaat pembangunan, tetapi sebagai mitra utama dalam menentukan arah pembangunan itu sendiri,

  • Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka

 

 

Wamen Isyana menegaskan bahwa generasi muda memegang peran sentral dalam pembangunan bangsa. "Generasi muda bukan hanya sebagai penerima manfaat pembangunan, tetapi sebagai mitra utama dalam menentukan arah pembangunan itu sendiri," ujarnya. Mereka, lanjut Wamen Isyana, membawa harapan, aspirasi, kreativitas, dan potensi besar yang perlu didukung lewat kebijakan yang berpihak serta lingkungan yang memungkinkan mereka berkembang secara optimal.

Deputi Bidang Pengendalian Penduduk Kemendukbangga/BKKBN Dr. Eng. Bonivasius Prasetya Ichtiarto, S.Si., M.Eng., menambahkan bahwa pembangunan kependudukan bertujuan memastikan setiap orang muda memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan, pekerjaan layak, layanan kesehatan, perumahan, perlindungan sosial, dan lingkungan yang kondusif. Melalui Peta Jalan Pembangunan Kependudukan (PJPK) 2025-2029, isu kependudukan diintegrasikan ke dalam pembangunan lintas sektor sehingga generasi muda ditempatkan sebagai aktor utama pembangunan. “Aspirasi mereka merupakan mandat. Mereka bukan hanya pemimpin masa depan, tetapi penggerak perubahan hari ini,” tegasnya.

 

Fakta Kunci dari Demographic Futures Survey:
 

  • Keamanan Finansial adalah Prioritas: 88% responden menilai keamanan finansial sebagai prasyarat utama untuk menjadi orang tua, diikuti oleh pekerjaan yang stabil (87%) dan kesiapan emosional (85%).
  • Keinginan untuk Berpasangan: Lebih dari dua pertiga responden idealnya menginginkan hubungan yang berujung pada pernikahan atau hidup bersama pasangan.
  • Hambatan Nyata: 57% responden di berbagai negara menyebutkan kendala ekonomi dan perumahan sebagai penghalang utama dalam membentuk hubungan.
  • Motivasi Positif: Delapan dari 10 responden menilai kebahagiaan dan sukacita yang diberikan oleh anak-anak sebagai alasan utama untuk memiliki anak.

 

Peringatan Hari Kependudukan Dunia 2026 di Indonesia menjadi seruan untuk bertindak (call to action) bagi seluruh pemangku kepentingan—pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat—untuk berkolaborasi dalam menyingkirkan hambatan ekonomi dan sosial yang dihadapi anak muda. Dengan kebijakan yang tepat dan investasi jangka panjang, Indonesia dapat menciptakan kondisi di mana generasi muda tidak hanya mampu meraih impian personal mereka, tetapi juga berkontribusi pada kemajuan bangsa yang lebih tangguh dan berdaya saing.

 

Laporan Demographic Futures Survey bisa diunduh di tautan berikut: unduh laporan

 

 

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:

  • Rahmi Dian Agustino, Communications Analyst, UNFPA Indonesia:  agustino@unfpa.org, 081310260581
  •  Biro Hubungan Masyarakat dan Informasi Publik - Media Center Kemendukbangga/BKKBN: mediacenter@bkkbn.go.id, 0812-3888-8840