Go Back Go Back
Go Back Go Back

Celebrating Youth as Agents of Change in Driving the Achievement of the SDGs

Celebrating Youth as Agents of Change in Driving the Achievement of the SDGs

Press Release

Celebrating Youth as Agents of Change in Driving the Achievement of the SDGs

calendar_today 14 September 2025

Talkshow and Exhibition for International Youth Day 2025: The Role of Indonesian Youth for the SDGs and the Future. The event was held by UNFPA Indonesia, Siklus Indonesia, CoP, and Global Affairs Canada in Jakarta
Talkshow and Exhibition for International Youth Day 2025: The Role of Indonesian Youth for the SDGs and the Future. The event was held by UNFPA Indonesia, Siklus Indonesia, CoP, and Global Affairs Canada in Jakarta | © UNFPA Indonesia

 

 

Young people are our strength. Youth’s strength lies in creativity and passion, as well as courage and mastery of technology,

- UNFPA Champion Ayu Saraswati.

 

Jakarta, 14 September 2025 – “Young people are our strength. Youth’s strength lies in creativity and passion, as well as courage and mastery of technology,” said UNFPA Champion Ayu Saraswati. Her statement serves as a strong reminder that the younger generation is not merely the nation’s successor, but the driving force of change in the present and future.

In celebration of International Youth Day (IYD) 2025, UNFPA Indonesia with Siklus Indonesia, the Community of Practice (CoP) for Reproductive Health Content Creators, and Global Affairs Canada, held a talk show and exhibition themed “The Role of Youth for SDGs and the Future”. The event highlighted the critical contribution of young people to achieving Sustainable Development Goals (SDGs), particularly Goal 3 (Good Health and Well-being) and Goal 5 (Gender Equality).

The IYD 2025 event featured stand-up comedy, talk shows, best practice exhibitions, and interactive sessions focusing on two main issues: the role of youth in achieving the SDGs, and equal rights and access to reproductive health, including for young people with disabilities. The event brought together CoP members, SDGs Youth Hub, youth organizations, government representatives, and Global Affairs Canada.

Young people play a pivotal role in solving challenges in Indonesia, particularly in the areas of reproductive health and gender equality. Sue Wiebe, Gender Equality Team Leader at Global Affairs Canada, emphasized the importance of providing the right space and support for young people. “Their enthusiasm, dedication, skills, and talents are exactly what we need to improve our lives,” she said.

However, Indonesia still faces significant challenges in fully unlocking the potential of its young generation, especially regarding reproductive health issues. “The number of applications for child marriage dispensations is high, and so is the number of adolescent pregnancies. If they are not mentally or physically prepared yet, how can they contribute to development?” Mahendra Arfan Azhar, Senior Planner at the Directorate of Religion, Culture, Youth, and Sports at the Ministry of National Development Planning (PPN/Bappenas), said.

Access to reproductive health education remains uneven across Indonesia. Nissi Taruli Felicia, Co-Founder and Executive Director of FeminisThemis, noted that many young people with disabilities are excluded from critical information. “Most special needs schools do not provide reproductive health education. Reproductive health should not be seen as a taboo subject,” she said.

She added that ableism (discrimination and social prejudice against persons with disabilities) and assumptions that reproductive health education cannot be understood by persons with disabilities have rendered them vulnerable to abuse and violence.

The CoP has proven that digital approaches can address these challenges and effectively reach and engage youth. Since its establishment in 2020, the CoP has grown into a network comprising 81 organizations, digital platforms, and individuals from 13 provinces, reaching more than 900,000 young people across Indonesia. Through reproductive health education, gender equality campaigns, child marriage prevention, and innovative digital content, the CoP demonstrates that young people are capable of becoming powerful drivers of sustainable development.

“CoP makes it easier for us to host Zoom sessions, go live, and create engaging posts that reach young people with education and information to build awareness,” said Novita Ayu Matoneng, a CoP member from Alor, East Nusa Tenggara (NTT).

Zagy Berian, founder of the Society of Renewable Energy (SRE) and Youth Climate Advisor to the United Nations, delivered a powerful message on the importance of collective action: “There are two key words: collaboration and simplicity. To reach every corner of Indonesia, young people need strong networks and must start from what is most relatable to them. From those simple actions, we can create a big impact.”

Young people hold tremendous potential for Indonesia’s future. Support from society and government is essential to empower this strength, and inclusivity must be at the core to strengthen collaboration towards the Golden Indonesia 2045 vision.

The International Youth Day 2025 celebration was not just a commemorative event, but also a collaborative and inclusive platform for young people to network, improve  knowledge, raise awareness, and voice their aspirations on reproductive health and gender equality. With their energy, creativity, and innovation, Indonesian youth are changemakers who drive the achievement of the SDGs and ensure a healthier, more equal, and sustainable future for all.

 

 

 

 

 

For further information, please contact:

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Merayakan Orang Muda Sebagai Agen Perubahan untuk Pencapaian SDGs 

 

Hari Remaja Internasional 2025 - UNFPA Indonesia
Para panelis yang berdiskusi di talkshow International Youth Day 2025. Dari kiri ke kanan: Sue Wiebe (First Secretary Development Canadian Embassy to Indonesia and Timor Leste), Asti Setiawati Widihastuti (UNFPA BERANI II Project Coordinator), Ayu Saraswati (UNFPA Champion), dan Zagy Berian (Pendiri Society of Renewable Energy/SRE dan Penasihat Muda Perubahan Iklim PBB). | © UNFPA Indonesia

 

Jakarta, 14 September 2025 – “Orang muda adalah kekuatan bagi kita. Kekuatan orang muda itu kreativitas, passion, keberanian, serta teknologi,” kata Ayu Saraswati, UNFPA Champion, pada acara peringatan International Youth Day 2025 di Jakarta (14/09). Pernyataan ini menjadi pengingat kuat bahwa generasi muda bukan sekadar penerus, melainkan penggerak utama perubahan di masa kini dan masa depan. 

 

Merayakan International Youth Day 2025, UNFPA Indonesia bersama Siklus Indonesia, Community of Practice (CoP) Kreator Konten Kesehatan Reproduksi, dan Global Affairs Canada menyelenggarakan talkshow dan pameran bertema “Peran Orang Muda untuk SDGs dan Masa Depan”. Acara inspiratif ini menyoroti kontribusi orang muda dalam pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama Tujuan 3 (Kesehatan dan Kesejahteraan) serta Tujuan 5 (Kesetaraan Gender).

 

Rangkaian acara International Youth Day 2025 menghadirkan stand-up comedy, talkshow, pameran praktik baik , dan sesi interaktif yang menyoroti dua isu utama: kontribusi orang muda dalam mewujudkan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) serta kesetaraan hak dan akses kesehatan reproduksi, termasuk bagi orang muda dengan disabilitas. Acara ini diikuti oleh jejaring CoP, SDGs Youth Hub, organisasi orang muda, perwakilan pemerintah, dan Global Affairs Canada.

Orang muda berperan penting dalam penyelesaian permasalahan di Indonesia, terutama pada sektor kesehatan reproduksi dan kesetaraan gender. Mereka memiliki potensi yang sangat berharga bagi pembangunan berkelanjutan. Sue Wiebe, Gender Equality Team Leader di Global Affairs Canada, menegaskan pentingnya memberikan ruang dan dukungan yang tepat bagi generasi muda. “Antusiasme mereka, dedikasi mereka, kemampuan mereka, dan bakat mereka merupakan hal yang kita butuhkan untuk meningkatkan kehidupan kita,” katanya.

Namun di sisi lain, Indonesia masih menghadapi tantangan dalam mengembangkan potensi generasi muda, terutama dalam isu kesehatan reproduksi. Mahendra Arfan Azhar, Perencana Ahli Madya Direktorat Agama, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas, mengungkapkan bahwa, “Angka permintaan dispensasi perkawinan anak tinggi dan angka remaja yang hamil juga tinggi. Kalau orang muda belum siap secara mental dan jasmani, bagaimana mereka mau berkontribusi terhadap pembangunan.”

Edukasi kesehatan reproduksi di Indonesia sendiri masih belum merata. Terbatasnya akses informasi mengenai kesehatan reproduksi dan kesetaraan gender sangat dirasakan oleh orang-orang dengan disabilitas. “Biasanya di sekolah luar biasa (SLB) tidak ada pendidikan mengenai kesehatan reproduksi. Padahal, kesehatan reproduksi ini bukanlah hal yang tabu,” kata Nissi Taruli Felicia, Co-Founder dan Direktur Eksekutif FeminisThemis. 

Nissi menambahkan bahwa masih banyak pandangan ableisme (diskriminasi dan prasangka sosial yang menganggap disabilitas sebagai ketidakberdayaan) dan anggapan bahwa pendidikan kesehatan reproduksi tidak dapat dicerna oleh orang-orang dengan disabilitas. Akibatnya, banyak sekali individu berkebutuhan khusus rentan menjadi korban kekerasan.

CoP Kreator Konten Kesehatan Reproduksi membuktikan bahwa tantangan ini dapat diatasi dengan pendekatan digital yang akrab dengan dunia orang muda. Sejak dibentuk pada 2020, CoP telah berkembang menjadi jejaring yang menghimpun 81 organisasi, platform digital, dan individu dari 13 provinsi dengan jangkauan lebih dari 900.000 orang muda di seluruh Indonesia. Melalui edukasi kesehatan reproduksi, kampanye kesetaraan gender, pencegahan perkawinan anak, serta inovasi konten digital, CoP membuktikan bahwa orang muda mampu menjadi motor penggerak pembangunan berkelanjutan.

“CoP memudahkan kami untuk mengadakan sesi Zoom, diskusi live, dan membuat postingan-postingan menarik yang menjangkau anak muda sebagai edukasi dan informasi untuk membangun awareness,” jelas Novita Ayu Matoneng, anggota CoP dari Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT).

”Ada dua kata kunci, kolaboratif dan kesederhanaan atau simplicity. Untuk mencapai semua daerah di Indonesia, orang muda perlu jaringan yang kuat dan mulailah dari hal paling related dari kita. Dari hal sederhana tadi, kita bisa menciptakan impact yang besar,” pesan Zagy Berian, pendiri Society of Renewable Energy (SRE) dan Penasihat Muda Perubahan Iklim PBB.

Orang muda memiliki potensi yang luar biasa bagi Indonesia. Dukungan dari masyarakat hingga pemerintah sangat dibutuhkan untuk memberdayakan kekuatan pemuda. Selain itu, inklusivitas menjadi kunci dalam memperkuat kolaborasi demi mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.

Acara International Youth Day 2025 ini bukan hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga menjadi ruang kolaboratif dan inklusif bagi orang muda untuk berjejaring, memperluas pengetahuan, membangun kesadaran, dan menyalurkan aspirasi mereka tentang kesehatan reproduksi dan kesetaraan gender. Melalui semangat, kreativitas, dan inovasi, generasi muda Indonesia dapat menjadi agen perubahan yang mendorong tercapainya SDGs dan memastikan masa depan yang lebih sehat, setara, dan berkelanjutan bagi semua.

 

 

 

 

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi: